All About Ornamental Plants

Jeruk Purut

undefined
undefined

Jangan Remehkan Peluang Bisnis si Keriput
 
Banyaknya permintaan suplai jeruk purut, jadi angin segar bagi para pembudidaya Tanah Air. Bahkan bisa jadi peluang bisnis cukup menjanjikan. Sayangnya, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang. Itu terbukti dari sering terjadinya kekurangan pasokan jeruk purut dalam negeri, baik kalangan lokal ataupun untuk produk ekspor.

“Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,” kata Pembudidaya Jeruk Purut di Batu – Malang, Prambudi.
Sedikitnya pembudidaya jeruk purut di Tanah Air, karena kurangnya informasi tentang peluang dan manfaatnya secara umum. Melakukan budidaya jeruk purut, kata Prambudi, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan ia mengawali budidaya jeruk purut ini, hanya bermodal dengkul alias tak banyak modal.

Treatment Dasar
Dalam proses budidaya jeruk purut, menurut Prambudi, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:
1. Pemangkasan Cabang
Selama proses pemangkasan, ada beberapa faktor yang diperhatikan. Misalnya, perhitungan keuntungan yang meliputi stabilitas produktifitas tanaman, kemampuan hidup dan kualitas buah, perkembangan hama dan penyakit terhambat serta perawatan kebun.
Hal ini dibarengi juga dengan teknik pemangkasan, yaitu pangkas dasar dan pangkas pemeliharaan. Untuk pangkas dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun.
Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar. Sedangkan untuk pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2. Penjarangan Buah
Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.
3. Syarat Tumbuh
Mengingat, kelangsungan hidup dan optimalnya produktifitas tanaman bergantung pada perlakuan tumbuhnya, maka terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Misalnya kondisi iklim, media tanam, dan ketinggian tempat. Untuk iklim, misalnya. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah, sehingga alternatif untuk daerah dengan intensitas dan kecepatan anginnya lebih dari tingkat standar, sebaiknya tinggi tanaman penahan angin ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
Demikan halnya dengan penerapan media tanam. Idealnya untuk jeruk purut, tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan cukup humus, tata air, dan udara baik. Jenis tanah Andosol dan Latosol juga merupakan alternatif lain yang cocok untuk budidaya jeruk.
Itu didukung pula dengan kadar air tanah yang optimal ada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah, dimana tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 30°. Dalam hal ketinggian tempat, untuk tanaman jenis jeruk purut ini akan dapat tumbuh baik di ketinggian 1–400 m dpl.
Proses Tanam
Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk, dimana sistem pembibitan ini biasa ditanam di area pesawahan dan lahan berlereng. Namun jika ditanam di area perbukitan, dapat menggunakan alternatif tanam dengan membuat sengkedan.
Sedangkan untuk lahan yang akan ditanami, sebaiknya dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Untuk ukuran jarak tanam idealnya 6×7 m, disesuaikan dengan karakter pertumbuhan jeruk purut. Dalam pembuatan lubang tanam pun membutuhkan teknik khusus, yaitu hanya dapat diterapkan pada tanah yang belum diolah dalam jangka waktu 2 minggu, dimana tanah bagian dalam dipisahkan dari lapisan atas (setinggi 25 cm).
“Dengan aplikasi tanah yang berasal dari lapisan atas dan dicampur pupuk kandang. Setelah penanaman, tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Demikian halnya dengan bedengan berukuran 1×1x1 m hanya dibuat jika jeruk purut ditanam di area tanah sawah,” ungkap Prambudi.
Berbeda dengan tanaman jenis lain, teknik penanaman bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau. Tapi, menurut Prambudi, sebaiknya ditanam di awal musim hujan. Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa, agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.
Sebagai alternatif tumpang sari – sebelum tanaman berproduksi – dapat ditanam tanaman sela, seperti kacang-kacangan atau sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput atau tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. [santi]
Boks
Analisis Usaha Budidaya
1. Biaya produksi
a) Sewa lahan 15 tahun @ Rp 1.000.000 Rp 15.000.000
b) Bibit 400 tanaman @ Rp 5.000 Rp 2.000.000
c) Pupuk Kandang 67 m2 @ Rp 15.000 Rp 1.005.000
d) Pupuk Urea 80 kg @ Rp 5.000 Rp 400.000
e) Pupuk SP 65 kg @ Rp 5.000 Rp 325.000
f) Pupuk ZK 26 kg @ Rp 5.000 Rp 130.000
g) Pupuk Daun 3 liter @ Rp 54.000 Rp 162.000
h) Obat dan Pestisida Rp 3.000.000
i) Peralatan Rp 500.000 (+)
Jumlah Total Produksi Rp 41.382.000

Keterangan Masa Panen:
1. Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. Biasanya berumur antara 28–36 minggu dan panen optimal pada tahun ke-3.
2. Perkiraan Produksi, rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.
3. Perhitungan produksi belum termasuk daun yang juga dapat dimanfaatkan. [santi]

RecoGroup
Read More

Pahami Aturan untuk Juara



Viva Macau Budget Flights

Menang-kalah dalam kontes memang tak bisa dipastikan, tapi semakin dekat dengan konsep penjurian, maka nilai tinggi akan lebih mudah dicapai. Tanpa menghilangkan nilai idealisme seni, bonsai tetap memberikan nilai tinggi. Bahkan dengan melihat aturan tersebut, mampu meningkatkan ketajaman seni dari pebonsai pemula.
Wawang Sawala, Juri Bonsai Indonesia, mengaku kalau masih ada pebonsai yang ikut dalam kontes, tapi tak mengerti apa saja yang dinilai. Sebab, masih banyak yang menilai bonsai sebagai satu karya seni yang hanya dilihat sebagai seni tanpa ada aturan baku.
Padahal bila dilihat ke belakang – di edisi Tabloid Gallery sebelumnya – kontes bonsai penuh dengan tahapan penilaian yang kompleks. Akhirnya yang ada saat kontes adalah peserta protes kenapa miliknya tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Saat dibalik Tanya, apa mereka mengerti apa saja yang dinilai, baru mereka diam. Dan ironisnya, hampir di setiap kontes akan muncul pebonsai yang mengungkapkan kekecewaan yang sama, tanpa tahu sebabnya,” ungkap Wawang.
Padahal hal seperti ini bisa dihindari dengan mengetahui dan mau belajar apa saja yang harus disiapkan, mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk ditampilkan. Sebab, bagaimana pun juri tetap mengacu pada draft yang sudah disetujui oleh perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).

Dan tentunya, para juri yang diambil memang mempunyai kompetensi yang sesuai. Bila aturan sudah dipahami, maka akan mudah untuk memprediksi hasil yang keluar dan bila tak sesuai bisa dilakukan diskusi dengan juri.
“Kalau peserta sudah mengetahui materinya, itu lain soal, karena jadi satu diskusi positif, bukan debat kusir. Dari situ, maka akan muncul pembelajaran baik bagi penghobi maupun juri,” ujar Wawang.

Untuk penilaian, juri akan menggunakan lima skala, yaitu mulai dari kurang dengan nilai 51-60, kemudian cukup mulai dari 61-70, baik nilai 71-80, dan terakhir sangat baik 81-90. Pada penentuan bendera, maka akan ada akumulasi nilai, dimana berhak menyandang bendera merah dengan nilai di atas 321.
Sedangkan satu tingkat di bawahnya, antara 301-320 dan di level paling bawah untuk mendapatkan bendera dengan kisaran nilai 281-300. Biasanya, bendera merah akan menempati bagian yang terbaik. Sedangkan untuk posisi di bawahnya, ada yang mengguankan warna kuning dan hijau.

Lekukan Indah di Gerak Dasar
Pada penilaian di gerak dasar, maka fokusnya adalah di akar dan batang, sehingga pebonsai harus memperhatikan kemana arah gerakan akar dan batang. Bagi para senior, tentu sudah mengerti mana yang baik dan tidak, tapi untuk pemula cukup kesulitan untuk membentuk bagian akar dan batang.
Akar harus memperlihatkan kekuatan untuk menopang batang dengan minimal tiga titik. Akan lebih baik, bila akar terlihat melingkar dari seluruh bagian batang.

“Tiga titik jadi angka minimal untuk menopang dan itu harus dimiliki. Sebab akar mempunyai tiga fungsi, yaitu menahan pohon, menentukan keberadaan, dan tentunya fungsi utama menyerap makanan,” terang Wawang.
Bentuk batang juga akan mempengaruhi gerakan akar, karena di batang yang miring maka akar harus lebih kuat pada arah condongan untuk menahan batang. Jika batang ke kanan, maka akar harus lebih banyak di bagian kanan, bukan di kiri. Jadi bila mendapatkan akar yang kurang seimbang, bisa dilakukan penempelan untuk memperkuat/memperbesar bagian akar.

Gerakan batang juga akan mempengaruhi, selain dari ukuran yang makin kecil ke puncak liukan lebih baik bila tidak berkesan datar. Contohnya, untuk gaya in-formal liukan harus mampu memberikan dimensi dengan gerakan ke depan kiri dan kanan. Jadi, saat melakukan tekuk batang harap dipertimbangkan konsep ini.
Karakter tua juga masuk dalam gerak dasar, sehingga jenis yang mampu mengeluarkan karakter tua, seperti santigi maupun cemara udang maupun beringin, mampu memberikan nilai yang baik. Dengan kontur pecah di batang, terutama pada senitigi, mau-tidak-mau jenis ini punya kelebihan.

Proporsional untuk Kematangan
Kematangan lebih menunjukkan adanya satu keseimbangan ukuran antara akar, batang, cabang, dan ranting. Di sini, kombinasi ke semua bagian akan membentuk satu visualisasi yang indah. Jadi bila batang yang muncul mempunyai diameter sekitar 5 cm, maka cabang yang keluar setidaknya mempunyai ukuran 2-3 cm.
“Untuk bagian ini, orang awam biasanya sudah bisa merasakan apakah ukurannya seimbang atau tidak,” imbuh Wawang.

Kelengkapan tanaman juga memberikan nilai untuk melihat ketuaan tanaman, dimana semakin lengkap bagian tanaman, nilainya makin tinggi. Namun bukan berarti banyak cabang akan memperbanyak nilai, karena yang diutamakan adalah bagian fisiologis, yaitu akar, batang, cabang, ranting, dan daun.
Dengan posisi yang lengkap, maka dimensi atau kesan besar dan jauh dari pohon harus terlihat. Caranya, bisa dengan memberikan gerakan cabang atau ranting di bagian belakang tanaman. Posisi batang juga menentukan penilaian. Contohnya, gaya tegak ke atas baik diletakkan di tengah pot. Jadi, pot dan tanaman jadi satu-kesatuan bentuk yang tak bisa dipisahkan.

Keserasian dari Kombinasi Aksesoris
Pada poin keserasian, ini jelas harus menunjukkan proporsi dan keserasian dari semua bagian tanaman, termasuk masalah kesehatan. Di sini jelas sehat harus didapat dengan ciri daun yang mengkilat. Lalu, bagaimana dengan bonsai yang menggunakan gaya rontok daun?
“Rontok masih bisa tergolong sehat, seperti halnya pohon jati saat musim meranggas akan kehilangan semua daunnya. Bahkan untuk gaya ini, nilainya sering mendapatkan apresiasi bagus, karena jarang yang berani melakukannya. Selanjutnya adalah peletakan dalam pot,” kata Wawang.

Posisi akan menentukan prestasi, memang bukan hanya slogan buat mencontek. Sebab, di bagian ini akan memberikan nilai cukup besar. Kombinasi serasi antara pohon dengan pot, jadi hal penting, terutama dari bentuk, kedalaman, dan warna. Bentuk pot bulat akan baik digunakan pada gaya ke atas tegak dengan cabang dan melingkar. Sementara warna, memang lebih mencerminkan kesan tua dengan coklat tua maupun coklat muda.
Kemudian untuk menjadikan tanaman berkesan tua, tentu harus mempunyai bagian yang mati, tapi tetap menempel. Di bagian ini tentu akan memberikan kesan tua yang kental, apalagi bila dilakukan penghalusan untuk memunculkan warna alami kayu. Hindari penggunaan cat, karena juri akan memberikan catatan khusus. Selain itu, melakukan penempelan batang mati untuk memberikan kesan tua masih belum diijinkan.

Hukum Alam di Penjiwaan
Keseimbangan optik di sini jelas mengutamakan kemudahan dalam melihat bonsai. Artinya, bentuk keseluruhan tanaman tidak ada kejanggalan. Jadi, sangat penting untuk memperhatikan tajuk berdasarkan sinar matahari. Di sini tajuk yang terkena sinar langsung harus lebih besar dibandingkan yang tertutup.
Selanjutnya adalah gerakan batang yang akan mencirikan dimana dia tumbuh, sehingga tak sekedar mengolah gaya, tapi harus berdasarkan hukum alam. Contohnya, untuk tegak lurus harus mencirikan tumbuh di wilayah yang luas, sehingga cabang dan ranting punya gerakan lebih bebas.

Bonsai sebagai karya seni, mau-tidak-mau harus memberikan pesan yang menyesuaikan dengan kondisi fisiologisnya. Contohnya, bonsai yang hidup di daerah gersang harus mencirikan kesulitan mendapatkan air. Begitu juga untuk daerah yang subur, maka tanaman harus terlihat gemuk dan sehat. [wo2k]

Viva Macau Budget Flights
Read More

Kaktus Tumbuh Prima dan Cepat

Malang benar Heidi, gadis yang biasa hidup di pegunungan bersalju itu di Frankfurt yang lebih panas dipaksa mengenakan berlapis-lapis gaun. Pantas keringatnya segera berleleran di sekujur tubuh. Tiba di kediaman calon majikan Heidipun mengalamai dehidrasi. Bak Heidi dalam dongeng anak terkenal di Swiss, kaktus juga kerap mendapat perlakuan salah. Hobiis senang meletakkan anggota famili Cactaceae di teras atau di dalam ruangan selama berbulan-bulan tanpa pernah dikeluarkan. lMusababnya, 'Banyak orang menganggap kaktus butuh kondisi teduh karena banyak dibudidayakan di dataran tinggi,' ujar Pramana Abdul Gani, pemilik nurseri di Depok, Jawa Barat.
Di dataran tinggi produksi kaktus bisa dipacu lebih cepatBagi mereka dataran tinggi identik dengan suasana teduh. Makanya kaktus diletakkan di tempat ternaungi. Padahal seperti julukannya, tanaman gurun, kaktus justru butuh diperlakukan seperti kondisi di tempat asli. Di gurun, tanaman dibanjiri sinar matahari sepanjang hari. Alhasil, karena salah perlakuan banyak hobiis berkeluh-kesah. Merawat kaktus itu sulit. Baru beberapa hari dibeli dari pameran atau nurseri, tahu-tahu membusuk dan mati.
Media Penting'Kaktus diproduksi di dataran tinggi karena pertumbuhan di sana lebih cepat ketimbang di dataran rendah,' kata Pramana. Di dataran tinggi perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrim - dibutuhkan kaktus supaya tumbuh pesat - mudah dimodifikasi. Para pekebun menanam kaktus di dalam rumah plastik. Dengan cara itu suhu siang hari bisa mencapai di atas 35oC, karena panas matahari terperangkap di dalam rumah plastik. Malam hari, suhu sangat dingin di bawah 22oC. Mirip kondisi gurun.
Menurut Dr Susiani Purbaningsih DEA dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, perbedaan suhu siang dan malam yang lebar memicu pembungaan kaktus. Produksi biji untuk perbanyakan pun melimpah. Beda suhu itu juga merangsang kaktus memproduksi banyak anakan.
Ketika kaktus hasil budidaya di dataran tinggi itu dibawa ke dataran rendah, seperti Jakarta, tentu perlu ada penyesuaian. Salah satunya media. Tak ada komposisi standar media kaktus. 'Yang penting kering dan porous,' ujar Pramana. Media tanam yang dipakai pekebun di dataran tinggi belum tentu cocok untuk dataran rendah.
Di Depok, Pramana menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1/2. Untuk meningkatkan pH dan porositas ia menambahkan zeolit 5 - 10% dari volume media. Sementara Linda, hobiis di Surabaya, Jawa Timur, memilih media sekam bakar, pasir malang, pupuk kandang, dan kompos. Komposisinya 1:5:2,5:1. Linda juga menambahkan 1 bagian pasir halus di permukaan media.
Tunggu 3 hariBila media sudah tepat, faktor berikutnya cahaya. Di alam, kaktus tumbuh tersiram sinar matahari langsung. Artinya cahaya penuh mutlak dibutuhkan kaktus untuk tumbuh. Itu berlaku di dataran rendah maupun tinggi. Bila kaktus dipajang di dalam ruangan, jemurlah seminggu sekali. Berbarengan dengan itu siram media hingga basah. Biarkan kaktus bermandi matahari selama 3 - 4 hari atau tergantung keringnya media. Setelah itu barulah kaktus dipakai menghias ruangan lagi.
Menurut Pami Hernadi, pekebun sukulen dan kaktus selama 32 tahun, di dataran rendah yang panas, frekuensi penyiraman 3 hari sekali. Di dataran tinggi cukup seminggu sekali. Sebagai patokan lihat media. Jika hari ini kering, maka 3 hari kemudian baru disiram. Untuk kaktus yang ditanam dalam pot besar - diameter di atas 12 cm - harus lebih hati-hati. Meski permukaan media kering, kadang-kadang di bagian bawah masih basah. Penyiraman cukup 2 - 3 minggu sekali.
Agar penampilan prima, sebaiknya kaktus diletakkan di bawah plastik UV. Tujuannya menghindari air berlebih dari hujan. Kadar air tinggi mengakibatkan kelembapan di sekitar kaktus tinggi. Akibatnya kaktus mudah busuk. Bila telanjur busuk, bersihkan dan cuci semua bagian yang rusak, lalu olesi fungisida dan keringkan selama 1 - 2 minggu. Barulah kaktus ditanam kembali.
Menurut Pramana, kaktus tanaman yang irit hara. Pertumbuhan dan perkembangannya cukup dipasok dari pupuk kandang atau kompos yang dicampur pada media tanam. Pemberiannya 6 - 12 bulan sekali sembari mengganti media. Pemberian pupuk sintetis kimia memang memacu tanaman cepat tumbuh, tapi akibatnya kulit pecah-pecah. Itu karena elastisitas kulit tak mampu menahan laju pertumbuhan sel jaringan batang yang terlalu cepat.
Kalaupun mau, cukup berikan pupuk lambat urai seperti Osmocote, Multicode, atau Decastar sebagai tambahan nutrisi. Dengan begitu kaktus tumbuh subur dan kematian akibat salah perawatan pun dapat dihindari. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Nesia Artdiyasa, dan Tri Susanti)
http://www.trubus-online.co.id/members/ma/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=1896
Read More

Pamer Koleksi Tanaman di Lahan Sempit

 Pamerkan koleksi tanaman hias. Lahan sesempit apapun bisa dimanfaatkan. Metode vertikultur jadi solusinya. Pernah dengar tentang taman vertikultur? Metode cocok tanam yang satu ini, bisa jadi salah satu solusi berkebun di lahan sempit. Mereka yang tinggal di perkotaan, dimana ukuran lahan kerap jadi perkara, pasti menyukai ide ini.
kebonkembang.com Manfaatkan lahan sempit
Vertikultur berasal dari bahasa Inggris, vertical yang artinya tegak lurus dan culture yang berarti pengembangbiakan. Secara garis besar, bisa kita tarik pengertian, vertikultur adalah metode bercocok tanam yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat.

Di dunia pertanian, vertikultur cukup digemari. Pasalnya, meski bercocok tanam di lahan sempit, hasilnya bisa sebanyak ketika bercocok tanam di lahan yang lebih luas. Biasanya tanaman dibudidayakan menggunakan kaleng-kaleng cat yang dibuat bertingkat.Bisa dibantu dengan rangka kayu atau besi yang dibuat seperti rak.

Mari kita adopsi cara bercocok tanam ini ke rumah. Pada lahan sempit, di lorong samping rumah, misalnya. Menanam semua tanaman langsung ke tanah, hampir mustahil dilakukan. Sebagai gantinya, tanam saja di pot. Buat rak dari kayu atau besi, susun pot-pot tanaman tadi di sana.

Bisa juga membuat rak yang menempel di dinding. Pot gantung, juga merupakan salah satu cara bercocok tanam vertikulur. Agar dapat menampung lebih banyak tanaman, gantung dua pot dalam satu rangka tali.

Membuat taman dengan cara ini tentu berbeda dari membuatnya langsung di permukaan tanah. Pilihan tanamannya pun berbeda. Taman vertikultur banyak menggunakan pot, jadi pilih tanaman-tanaman yang tajuk daunnya tidak terlalu lebar. Lidah mertua, kaktus, suplir, pakis, dan sebagainya, bisa jadi pilihan. Untuk pot gantung bisa pilih tanaman yang daunnya menjuntai, tampilannya akan lebih menarik.

Nah setelah jadi, jangan lupa rawatlah secara teratur agar tanaman tetap tumbuh subur. (iDEAonline/Anissa Q. Aini)

Rumah di kebon jeruk
Read More

Indoor Bonsai

undefined
undefined

To sum up the question we are answering here, we could ask ourselves:

Do indoor bonsai tree exist ?

As bonsai is Japanese for “tree in a pot”, and an indoor bonsai would be a tree in a pot inside your home or office, then yes, it does exist. However, the answer is not as simple. The problems are arising from the basic bonsai care you must provide to your indoor tree. It is very possible to maintain a bonsai tree indoor; however it will not thrive as it would in outside climate conditions.

Even if temperature is the same in your house, different factors will contribute to changing the conditions you will submit your bonsai tree to. A perfect spot in summer could be a deadly spot in winter. To close to a window could cause some unwanted temperature fluctuations, as temperature changes as the day progress.

An indoor bonsai care basic is that a constant temperature is ideal for a tree growing inside. But, temperature is not enough. Two other factors are essential, see crucial, to an indoor bonsai tree. The first being the light and the second being the humidity.

Light

When a tree grows outside, he is taking full advantage of the sun and it numerous reflections. Light is dispersing around the tree almost at a 360 degree radius. The best part of the sunlight is that is it moving on its own. As the sun moves in the sky, different parts of your tree are exposed to direct sunrays. Inside your home, light from the sun, is reduced, and sometime near to none.

Lack of light for a tree will have a few effects on him. Firstly, a tree is a phototropic being, meaning it search for the light. Have you ever see a sunflower plant turning it’s flower towards the sun ? This is phototropism. Trees and bonsai plant are doing the same to a lesser extent. When a branch lack lights, the branch will put an extra effort to grow quickly in order to reach the light faster. This will result in a leggy branch with long internodes thus killing the bonsai appearance of your tree. Small internodes in proportion to the rest of the tree are an essential part of a great looking bonsai.

The second effect of the lack of light is the growth vigour decrease the tree will suffer. For some, a slow growth rate is good for bonsai, no ? Yes, slow growth is good, but overall, the tree will weaken itself and will produce smaller branch, will produce less energy, and it will eventually result in leaf loss.

To fight the lack of light inside, we suggest placing your bonsai tree near a window, on a low table in a sunny room, as sunrays are entering the room in a downward position.

Humidity

The second crucial element is humidity. Bonsai trees have fewer roots and are usually in a small pot which means that have less surface to nourish them of water. Trees are also expelling water from their transpiration process. This is why maintaining a proper humidity level is essential to a bonsai survival.

Heating and electrical elements are contributing to dryness of the air. A television set could be a source of heat that would accelerate the transpiration of your tree and thus, increasing the humidity needs of your bonsai. This is why we suggest placing your indoor bonsai far away from any heat source.

A simple suggestion to maintain a proper humidity level is to keep a humidifier in your grow room. Or, if you don’t have a humidifier and want to save a few electrical dollars, you could mist your indoor bonsai with water a few times a day.

The most common species for indoor bonsai are species of tree originating from warmer climate region, such as tropical are semitropical region. Amongst the most popular, are Ficus Retusa, Ficus Religiosa, serissa, jade and Ligustrum Japonicum and Orange Jasmine species which you can find in our tropical tree seeds, section. It is always good to learn the indoor bonsai care tips for a specific species before adventuring yourself with it.
Read More

Bonsai Tree Care

Far from a complete guide to bonsai care, this small how to care for bonsai guide will give pointers for some specific and important subjects. Bonsai tree are simply trees in pots. Trees are plants. So learning the basic about plants and horticulture will help you comprehend the “psychology” of your tree in a pot, see Bonsai.

Light

All plants need lights and each to a different degree. Trees are some of the most demanding plants in terms of light. Light helps the tree convert carbon dioxide and water into glucose and oxygen. The last two are essential to a plant in order to develop new cells and grow. Plants are phototropist organisms. It will grow following the direction of the light. The greatest example is the Sunflower. They are called sunflower because the flower always points toward the sun. Trees are not different; they need light and will look for light.

This is very important to understand when growing bonsai. Since Bonsaiists are trying to achieve small internodes and compact growth with their tree, the more sunlight the tree gets, the shorter the internodes are. It is easier to comprehend this if you think of the consequences of having insufficient light.

Tree will always look for light and when light is insufficient they will stretch themselves, thus growing longer internodes, resulting in a leggy bonsai. When maximum light is provided, the tree does not have to fight for light, plus it will have more energy to produce more buds, then more branching.

Watering

As previously said, plants are transforming water in glucose to be able grow. That is why it is important to have proper watering techniques. Watering any plant is pretty much the same. Bonsai have a few different needs that can be fulfill with proper techniques.

Since bonsai are in pots, hence have fewer roots and little soil to grow into, watering them frequently is important. In summer, the sun will heat the pot and will increase the rate at which water will evaporate, even before the bonsai tree satisfies its thirst.

However, watering too often is not good. It could cause root rot, fungus or other diseases. You need to verify every pot to see if you need to water them. There are few ways to do it. You can feel the soil with your fingers or with a wood stick. With smaller bonsai, you can also weight the pot. A dried soil will weigh less then a soil well watered.

When watering your tree, it is important to flood the soil even if you have to do it two or three times. That way you ensure that the soil will absorb the maximum of water. Growing bonsai in a soil that contains particles that absorb water is ideal.

Trimming

Aside from dormant period, trees are constantly growing. You need to maintain the shape of your bonsai, unless you are training it. The technique to trimming a tree depends on the type of tree. For deciduous tree, you are pruning your tree, and for evergreen you are pinching it. Those terms are pretty self explanatory.

When pruning, you need to have sharp tools in order to make a clean cut and accelerate the healing of the scars. Snipping unwanted branching and leaves is important. If you let some unwanted branches grow too big, and will create a swell and leave an ugly and unwanted scar when cut. Pinching is for evergreen. You will put a soft shoot between your index finger and your thumb to remove this new soft shoot. Even if fingers are the primary tool for pinching, some will use tweezers to remove the smaller shoots.

Trimming will help redirect the energy of the shoot into the rest of the plant. This will result in more ramifications below the pruned or pinched point. This method of energy balancing is used by bonsai masters, in order to induce growth on a weak side of a tree, it is called energy balancing.

Pests and diseases

This is a very hard subject to generalise principles on, since there are so many plants and different growing conditions.

The most common insects are aphids, spider mites, scale insects and mealybugs.

The easiest way to get rid of pests is to remove them by hand. But some are too small and sometimes there are too many. So, the most natural way to remove them is with a jet of water. If you decide to use a chemical solution, you should choose the less dangerous substance. Liquid dishwashing soap diluted in water will kill all soft-bodied insects. You should mix 2 tablespoons of soap into a gallon of water. After you have sprayed your plant, let the substance do its work for an hour, then carefully rinse your tree with water.

As for disease, it’s better to consult your local plant nursery as products are constantly changing, as some are new and some are remove from the market. Also, there are too many diseases to efficiently make a list of symptoms and treatments. The most common diseases are mainly caused by fungus, small mushrooms, and the solution is too apply a fungicide. Funguses are often present when the growing conditions are too humid.

Feeding and fertilizing

In terms of fertilizer, you have many choices. Many companies are offering organic and inorganic fertilizer. Organic fertilizers are mainly fish emulsions, while the inorganic are mainly salts that can be found in a liquid or solid form. Many fertilizer labels will advise to use a specific dose every two weeks. Many bonsai growers prefer to use a half strength solution weekly, or even twice a week during the growth season (summer).

It is important not to feed fertilizer to a sick or under stress tree. You should only apply fertilizer when a tree is fully healthy and thriving. You should also fertilize after you have watered and the soil is moist. This will ensure and help the soil absorb essential nutritive elements.
Read More

MishoBonsai News



Japanese maple shootsSpring is well underway in the northen hemisphere. My bonsai tree season as started and im almost finish reppoting the trees that needed some cleanup of the roots and a new pot. I also decided to take some cuttings of a few of my 4 years old larix laricina seedlings. These will be for a future bonsai group planting (Yose-ue) im hoping to do in a few years with the parent trees. I also taken a few cuttings of a Carpinus Koreana bonsai tree I now own for a few years.

One the tree seeds side of things, nothing much did really happenned. We are stock for many of the species and we are still looking to find a few gems of tree seeds.

As for the vegetable garden, Im planning on doing the same as usual, but this year, I will grow hot peppers. I boutgh 5 types of hot peppers, including the evil hot orange habanero. One surprise I hope to see this year are the "fooled you" jalapeno. They are suppose to be jalapeno looking peppers but without any heat. These could be well in a pickled jar recipe. I also got some Big Bomb hot peppers. The common element of all these species of hot pepper is "Early". I chose types of pepper that were early producer. The summer is not quite long enough to grow peppers from seeds if you dont start your plants indoor before the growing season. With early pepper seeds, I should be good to produce some mature plants before the end of the summer. I just planted some of those seeds last weekend, and have allready some a few green tips emerging from the soil.

This year will be a great year I believe as it cannot be worse for our bonsai tree then all the rain we got last summer, at least in our part of the world. Take care of your bonsai tree and have.

Read More

May 1, 2009, Chinese Bonsai Exhibition

Changzhou will be held on May 1 this year to 18 in Jintan Garden Yao Tong Road in 2009, Changzhou China (Spring) Qishi Bonsai Exhibition Jintan Yao Tong Road Gardens is a cross-strait plants, bonsai, large stone platform, operates mainly in

Changzhou will be held on May 1 this year to 18 in Jintan Garden Yao Tong Road "in 2009, Changzhou China (Spring) Qishi Bonsai Exhibition"

Jintan Yao Tong Road Gardens is a cross-strait plants, bonsai, large stone platform, operates mainly in high-grade bonsai, garden tree, garden stone, stone room of the house such as gardening and landscape design materials and construction. Podocarpus Park has been known in Japan, including a Japanese Millennium Arhats one million yuan-denominated whole tree, although the value of money, but the customers who flocked to the consultation. Taiwan's really hodginsii Bonsai Garden in Yao Tong Road is a flourish, a Suzhou has spent 1.04 million yuan friends bought really hodginsii Bonsai 13. Yao Tong Garden Highway will be stone and bonsai garden, the tree into the courtyard, Stone received a symbiotic tree, walk different view of the good results and become well known for its rock garden centers.

At present, both sides of the strait, including Taiwan's Taipei, Kaohsiung, Changhua, and the mainland of Nanjing, Hangzhou, Hefei, Wuhan, Ningbo, Xuzhou, Weifang, Anqing, Suzhou, Wuxi, Changzhou, Zhenjiang, Anji, Wu Jiang, Yixing, Rugao, Jiangsu, Liyang, Jintan, such as more than 20 cities and counties bonsai plants gathered stones industry have access to Yao Tong Garden Highway.

In addition, the May 1, 2008, "the second Changzhou bonsai exhibition" Yao Tong Road in the Garden a success.

September 18, 2008 ~ 25 "across the Taiwan Strait in China Changzhou bonsai bonsai industry summit and exhibition" Yao Tong Road in the Garden was held, both sides of the strait attracted more than 500 guests, the entire event was a complete success.

November 25, 2008, "China Changzhou first Expo Garden Stone" Yao Tong Road in the Garden a success.
Read More

Decades of dahlias: One gardener's obsession

undefined
undefined

by Kym Pokorny, The Oregonian

Dahlias come in all sizes, including the giant 'Pearson's Pride.'

Bob Bloomfield explains his devotion to dahlias simply: "They're beautiful."

There's no arguing that. Intricate swirls of petals arrange themselves in so many designs it takes 19 categories to classify them, those further divvied up into size and color. Don't think that intimidates Bloomfield. At 92, he's handled thousands of dahlias, won hundreds of ribbons and come up with about a dozen of his own varieties, several named after his wife, Myrtle, who is 93.

Myrtle Bloomfield followed her husband, Bob, into the world of dahlias. Otherwise, she says, "I'd be a widow."

Portland Dahlia Society Annual Auction and Sale

When: 6:30 p.m. Tuesday,
April 14
Where: Rose City Park United Methodist Church, 5830 N.E. Alameda St.
Information: Portland Dahlia Society, portlanddahlia.com; Teresa Bergman, 360-274-8292; Jeanette Benson, 503-649-4118

For most of the year, the two nonagenarians spend part of every day grubbing about in the garden, sharing the joy with people who are lucky enough to be neighbors or friends.

"People stop in to pick dahlias," says Myrtle, the creases around her eyes fanning out in a sweet smile. "We leave baskets of vegetables for people to take."

Larry Smith, a neighbor and immediate past president of the Portland Dahlia Society, testifies to the couple's generosity. He is, after all, one of the beneficiaries. Smith, who rides his bike more than he drives his car, was pedaling past the Bloomfields' house in Southeast Portland in the early '90s and noticed the dahlias.

"I sucked him in good," says Bob, his smile just as committed as his wife's.

Smith laughs. "Dahlia growers are junkies," he says. "Those who've been around awhile are pushers."

'Christmas Star'
'Glenbank Twinkle'

Not that it took much to entice Smith into a healthy dahlia addiction. He'd been entering vegetables into state and county fairs since 1962, when he was 11, and has more than 500 ribbons to his credit.

"I haven't missed a year at the fairs," he says, deservedly proud.

And though he doesn't do it for the dough, the winnings -- $350 at one fair -- help feed his habit. "It pays for fertilizer, tubers, other things."

'April Dawn'
'Spartacus'

Still, he's an amateur compared with Bob, who started growing dahlias in 1953, joined the dahlia society in 1956 and soon became a daunting foe in competitions.

"That was in the old days when they judged in black suits. They looked like pallbearers," says Bob, who also remembers buying tubers from the Netherlands for 12 to 13 cents apiece.

Good thing, too, since by 1963, 1,000 dahlias grew in the Bloomfields' backyard. More than you'd imagine ended up in competition.

"One time I rented a U-Haul to bring them all to the show," he says without embarrassment. "I'm still the laughingstock in the dahlia society."

Hardly. His accomplishments, including a stint as president in the '60s, earned him the American Dahlia Society Gold Medal 10 years ago, an honor Smith calls "the lifetime achievement in dahliadom."

"Every year Bob says, 'Nope, I'm out of it,'" Smith says. But Bob keeps on. Last year, with Myrtle's help, he raised 100 dahlias, their beauty just as irresistible as they were 56 years ago.

-- Kym Pokorny; kympokorny@news.oregonian.com

'Bishop of Llandaff'
'Pam Howden'

TIPS FOR GROWING DAHLIAS

Dahlia tubers

• Plant tubers when soil temperature reaches 60 degrees. (Use a simple, inexpensive soil thermometer available at garden centers and home improvement stores). Generally, in low-lying areas in the Willamette Valley, this means early to mid-May, two to three weeks later at higher elevations.

• Annually add organic material such as well-aged compost to the soil.

• Add a handful of bone meal or blood meal to the planting hole.

• For stronger, more compact plants, pinch back to the terminal shoot when they get about a foot tall. At the same time, feed with a 5-10-10 fertilizer. Thereafter, use a liquid fertilizer once a month.

• Snip off dead blooms to keep plants flowering.

• Dig up tubers after plants die back or any time after they have been in the ground for at least 120 days. Store in vermiculite or cedar shavings.

• If you prefer to leave them in the ground, cut stalks back to 2 inches above ground level and insulate with compost or straw to prevent possible freezing of tubers

• Instead of mulch, Larry Smith covers cut-back stalks with a plastic grocery bag and holds it in place with a rubber band. Spread out the remainder of the bag around stalks, and anchor with soil or compost. Other options include foil or a tin can. These methods prevent rotting as well as freezing.

• For more extensive information, go to Swan Island Dahlias at dahlias.com or the Portland Dahlia Society at portlanddahlia.com.



SOURCES

• Swan Island Dahlias, Canby; dahlias.com, 503-266-7711, 800-410-6540; garden open Aug. 29-31 and Sept. 5-7

• Frey's Dahlias, Turner; freysdahlias.com, 503-743-3910, 866-878-7151; garden open mid-August to mid-October

• Cowlitz River Dahlias, Castle Rock, Wash.; dahlias4u.com, 360-274-8292 (information only); garden open mid-August to mid-October

Read More

Pada Tillandsia Mereka Jatuh Cinta

undefined
undefined


Rumah di Taman Cibaduyut Indah itu ibarat rumah kedua Jimmy Hans Darmawan. Hampir setiap akhir pekan ia menyambangi hunian di kawasan sentra industri sepatu di Bandung itu. Di sanalah ia melepaskan penat dengan merawat 120 jenis tillandsia. Sambil memegang selang yang terhubung pada kran, satu per satu koleksi disambangi. Begitu melihat ada tanaman kering, Jimmy langsung menyemprot dengan air berdebit rendah. Daun-daun tua digunting dengan hati-hati. Rutinitas sejak 1993 itu tak pernah membuat ia bosan. 'Aktivitas seperti itu justru mengurangi stres,' katanya.

Jimmy tak perlu lahan luas untuk menyimpan seluruh klangenannya. Anggota famili Bromeliaceae itu diikatkan pada papan pakis dan centong kayu. Untuk tillandsia berukuran jumbo ditanam dalam pot. Jimmy menata seluruh koleksinya di permukaan ram kawat yang dipasang di dinding garasi. Ada juga yang digantung di selasar rumah. Luasannya tak lebih dari 20 m2.

Tanaman udara

Jimmy mestinya bisa menikmati keunikan tillandsia tanpa harus bolak-balik ke Cibaduyut. Namun, kerabat nanas itu merana saat dipindah ke rumah barunya di kawasan Mekarwangi, sekitar 30 menit dari lokasi rumah lama. 'Daun banyak yang kering. Mungkin kondisi suhu di rumah baru saya terlalu panas,' kata karyawan sebuah pabrik tas itu. Akhirnya Jimmy terpaksa 'berpisah' dengan ratusan koleksinya itu. Tanaman itu disimpan di rumah lama.

Beruntung tillandsia tak perlu perawatan intensif. Meski hanya 'dijenguk' setiap akhir pekan, tanaman udara itu tumbuh subur. Bahkan beberapa di antaranya memamerkan bunga. Menyaksikan bunga tillandsia pemandangan langka karena bunga muncul sekali dalam hidupnya. 'Ada yang baru berbunga setelah 7 tahun saya rawat,' ujar pria berkacamata itu.

Berbagai keunikan itulah yang membuat Jimmy kepincut mengoleksi tillandsia. Begitu pertama kali melihatnya di kediaman seorang rekan, ia langsung terkagum-kagum karena tanaman itu ditanam dalam pot tanpa media. Tillandsia menyerap nutrisi dari daun dan akar. Itulah sebabnya ia kerap dijuluki air plant-tanaman udara.

Sosoknya juga menarik. Ada yang daunnya roset dan menjuntai bagaikan pita, ada juga yang seperti duri. Beberapa di antaranya berdaun melintir membentuk spiral. Dari rekannya itu Jimmy membeli koleksi perdananya dengan harga Rp350.000.

Langka
Sejak itulah Jimmy mulai berburu tillandsia. Nurseri Venita di kawasan Lembang menjadi lokasi perburuan favorit. 'Setiap kali ada jenis baru, Jimmy orang pertama yang dihubungi,' ujar Erminus Temmy dari Venita.

Kini beberapa jenis langka juga hadir di halaman rumah Jimmy. Salah satunya Tillandsia streptophylla. Jenis itu masih jarang ditemukan di tanahair. Ujung daunnya keriting. Karena itulah diberi nama Streptophylla-berasal dari bahasa Yunani yaitu streptos yang berarti melintir dan phyllus, artinya daun. Tanaman yang pertama kali ditemukan Scheidweller pada 1836 itu juga kerap dijuluki tillandsia shirley temple, aktris cilik Hollywood era 1970-an yang berambut ikal.

T. streptophylla tergolong tillandsia berukuran jumbo. Panjang daun tanaman dewasa minimal 18 cm. Tinggi tanaman bisa mencapai 60 cm. Sedangkan jenis lain rata-rata panjang daunnya hanya 5-7 cm.

Jenis langka lain yang dikoleksi Jimmy adalah Tillandsia xerographica. Tanaman asal El Savador, Meksiko itu juga tergolong tillandsia bongsor. Sosoknya menarik karena berdaun tipis dan pertumbuhannya roset hingga berdiameter 90 cm. Warna daun hijau berbalut keperakan. Namun, untuk merawatnya perlu kesabaran. Tanaman yang hidup di ketinggian 600-1.800 m dpl itu pertumbuhannya lamban. Sejak dibeli pada 2006, ukurannya tidak bertambah. Jimmy juga mengoleksi hasil silangan antara T. brachycaulos dan T. ionantha serta T. butzii dan T. caputmedusae.

Greenhouse Rp8-juta
Yang juga keranjingan mengoleksi tillandsia adalah Lusanto Tedja. Pria 29 tahun itu baru 6 bulan silam mengumpulkan aneka jenis tanaman asal Amerika Tengah dan Selatan itu. 'Tillandsia perawatannya mudah. Jadi saya tak khawatir kalau sedang bepergian,' ujar pemuda yang hobi travelling itu. Pengusaha konveksi di Bandung itu menggantung ke-40 jenis tillandsia koleksinya pada cabang pohon cemara udang.

Nun di Jakarta ada Empi Prasetya yang juga mengoleksi kerabat neoregelia itu. Setiap kali bepergian ke Bandung, Bogor, Semarang, hingga mancanegara-seperti Belanda dan Malaysia-selalu ia sempatkan untuk mencari tanaman epifit itu. Lokasi di daerah panas tak menyurutkan pria 35 tahun itu mengoleksi tillandsia. Maklum, umumnya tanaman itu dibudidayakan di daerah berketinggian di atas 400 m dpl. Pernah suatu kali ia memborong tillandsia dari Malaysia. Baru sepekan di ibukota, daunnya mengering seperti terbakar.

Itulah sebabnya Empi rela mengeluarkan biaya Rp8-juta untuk membuat greenhouse khusus tempat menyimpan 100 jenis koleksinya. Anggota subfamili Tillandsioideae itu disimpan di bawah naungan 2 lapis jaring peneduh berkerapatan 60%. Artinya, sinar matahari yang diterima tanaman hanya 40%.

Untuk menjaga kelembapan, Empi meletakkan ratusan pot tillandsia di permukaan kolam. Saat kemarau tirai jaring peneduh dibuka agar sirkulasi udara lancar. Sedangkan saat hujan tirai ditutup agar suhu panasnya terjaga. Semua itu demi kecintaannya pada tanaman udara. (Imam Wiguna/Peliput: Kiki Rizkika)

http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=7&artid=1610
Read More

Penjing: Leluhur Seni Bonsai

Seri bonsai sebenarnya tak berasal dari Jepang melainkan Cina. Benarkah demikian? PENDAPAT YANG SANGAT BERALASAN DAN TELAH BANYAK DIAKUI OLEH PARA SENIMAN BONSAI DUNIA. Istilah bonsai sendiri memang merupakan serapan dari dua kata bahasa mandarin Pen-Zai yang bermakna pohon dalam wadah alias pot. Sebelum beken sebagai bonsai, dalam bahasa Jepang, tanaman kerdil dalam pot itu disebut hachi-no-ki. Seni yang oleh khalayak dikenal sebagai seni mengerdilkan tanaman.


Seni serupa sudah lebih dulu berkembang di Tiongkok. Dike- nal dengan sebutan Penjing (Pinying). Pen berarti pot alias wadah dan Jing memiliki makna panorama. "Jadi sebenarnya terbalik kalau belakangan ada yang justru memasukkan penjing sebagai bagian dari seni bonsai" ungkap Robert Steven, seniman Jakarta Pusat.

LEBIH PUITIS
Penjing bukanlah sekadar pemandangan dalam pot yang dikagumi karena keindahannya saja. Tujuan utama dari para seniman penjing adalah menangkap esensi dan roh objek yang bakal dibikin miniaturnya. Tidak hanya mengambil objek langsung dari alam. Inspirasi bahkan bisa juga berasal dari puisi tentang alam dan juga lukisan pemandangan alam.

Saat ini seni membuat miniatur tanaman anal Tiongkok ini seringkali dipisahkan secara tegas dari bonsai. Miniatur lanskap dalam pot alias berwujud pemandangan clam atau dominasi bebatuan disebut penjing. Sementara miniatur yang didominasi pohon baik tunggal maupun grouping cenderung disebut bonsai. "Sebenarnya sama, yang berbeda hanya nuansanya saja. Penjing atau bonsai Cina cenderung lebih puitis," ungkap Robert.

Seni yang berkembang sejak zaman Dinasti Tang itu memang mengenal paling tidak tiga variasi kategori. Kategori pertama adalah shumu penjing alias penjing pohon yang menempatkan pohon sebagai tokoh utama.

Kategori kedua, shanshui penjing alias penjing lanskap yang menonjolkan figur bebatuan sebagai elemen utama dan dominan. Sementara kategori ketiga adalah shuihan penjing alias penjing air dan tanah yang menggabungkan unsur panorama daratan dan perairan. Semisal mengambil bentuk miniatur dari suatu pemandangan alam di tepi sungai atau danau.


TEKS: RUDI
FOTO: DOK. ROBERT STEVEN
Read More

Sikads: Berkarakter kuat. Tropis hingga Minimalis

Bisa ditanam dalam pot, bisa juga di taman. Cocok untuk beragam gaya taman populer. Penampilan sikas, ence, zamia, dan dioon sangat unik dan eksotis. Sosok pohonnya gagah dengan karakter sangat kuat. Masih tersisa tampang tanaman purba dari masa jura (Jurassic). Dengan bukti ditemukannya fosil yang tak jauh berbeda morfologinya. Hal itulah yang membuat para pecinta tanaman eksotis menyukai dan memburunya. Kolektor tanaman sikads umumnya sangat fanatik dan jarang berpaling. Anggota ordo sikads (Cycadates) ini biasa menggunakannya untuk pot plant maupun landscape.


Sebagai tanaman tropis, pohon eksotis ini cocok digunakan untuk taman bergaya tropical sampai jungle. Bisa juga untuk taman kering gaya mediteranian hingga dipadukan dengan hard material membentuk taman modern minimatis. Tampang dan sosok yang kokoh dan besar sangat cocok dihadirkan sebagai daya tarik utama. Baik menjadi point of interest maupun menjadi focal point.

Variasi rupa tanaman cukup besar, bahkan dalam satu genus. Sikas dan ence memiliki daun abu-abu sampai biru memikat.Tajuknya juga beragam, ada yang lurus, meliuk, tinggi sampai kuntet. Bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, selera dan tentunya ketersediaan dana. Sebagian sikads masih menjadi tanaman eksklusif dan harganya mahal. Kehadirannya Bering untuk menaikkan gengsi si empunya.

Rata-rata sikads lambat pertumbuhannya, baik daun maupun pembesaran batang.Tetapi diimbangi dengan tingkat keawetan daun yang prima. Dedaunan yang keras dan tebal memang tak akan cepat mengering dan juga tidak mudah rontok. Sehingga tidak mengotori lokasi sekitarnya.


Satu Senti Jutaan Rupiah

Karakter tumbuh sikads membuat pembudidayaannya tidak bisa cepat. Ini membuat harganya tinggi. Apalagi untuk jenis yang tergolong jarang dan masuk kategori tanaman koleksi. Cara menaksir harga agak unik, diameter bonggot jadi patokan. Semakin besar diameter, harganya akan bertambah mahal. Setiap senti bonggol Cycas revolute, misalnya, bisa dihargai kurang dari Rp 10.000.

Sementara Encephatartos lebih mahal. E. ferox misalnya, bisa dibandroL seharga Rp 150.000
- Rp 200.000/cm bonggol. Bahkan E. latrivons bisa dipatok harga lebih dari Rp. 3 juta/cm bonggol. Dioon juga memberlakukan tatacara jual beli serupa. Sementara Zamia tak lagi dihargai berdasar ukuran bonggol. Karena jumlahnya cukup banyak. Keunikan bentuk menjadi patokan harga.

Ada lagi tambahan "aturan dagang" sikads di Tanah Air. Warna biru lebih disukai para pecinta tanaman di Indonesia. Semakin biru warna daun, harganya akan semakin melambung!


Mengenal Sikads
Sikads (Cycads) adalah sebutan umum untuk tanaman dari ordo Cycadales. Sementara Sikas (Cycas) merupakan salah satu dari sekitar 12 genus anggotanya. Juga meliputi genus lain, seperti Encephalartos, Dioon, Zamia, Ceratozamia, Microcycas, Strangeria, Bowenia, Lepidozamia, dan Macrozamia. Total spesiesnya metebihi angka 300, tersebar di Benua Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Paling tidak ada empat spesies menjadi tanaman hias, baik potp(ant maupun landscape yang cukup beken di Indonesia.

Tanaman sikads punya karakter khas, susunan daun meLingkar membentuk mahkota di ujung atas batangnya yang kokoh. Berdaun majemuk berupa tangkai daun, disebut pelepah, terdiri dari banyak helai daun yang tersusun menyerupai format bulu unggas. Helaian daun masing-masing genus punya karakter berbedabeda. Karakter itu hampir serupa sehingga sikads seringkali disamakan dengan palem dan pakupakuan alias pakis (fern).Tak mengherankan kalau sikas Bering disebut sebagai Palem Sagu dan Pakis Haji. Bahkan nama sikas juga diambil dari kata "Kykas" yang dalam bahasa Yunani bermakna pohon palem.


Kemana Berburu?
• Santi Nursery dan wan Hendrayanta Nursery, Flora Alam Sutera Serpong,Tangerang.
• Aneka Flora, Bursa Tanaman Hias BSD City, Serpong.
• Wijaya Nursery, Jln. Anggrek, Citeureup, Bogor.
• Oasis Sentul Nursery, Sentul, Bogor.
• Godongijo Nursery, Serua, Sawangan.
• Istana Alam Nursery, Serua, Sawangan.
• Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Timur.

Cara Menanam
Sikas, Ence, Dioon, Zamia, dan kawan-kawan menyukai media tumbuh yang keying, porus, dan mudah tiris. Gunakan campuran media, terutama saat ditanam dalam pot. Saat ditanam langsung di tanah, sebaiknya tanahnya diaduk dulu dengan bahan lain. Bisa menggunakan campuran pasir malang, arang sekam dan pupuk kandang dengan komposisi seimbang.
Adonan sekam bakar, pasir dan cocopeat dengan perbandingan 2:1:1,juga bisa digunakan. Boleh juga menggunakan bahan pasir malang, sekam bakar, akar pakis, dan pupuk kandang (komposisi 2:1:1:1). Atau, campuran tanah merah, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi setara. Media tanam disesuaikan dengan lokasi. Jika curah hujan tinggi, sebaiknya menggunakan campuran media dengan porositas tinggi.


Teks: Rudi Foto: Rohedi/Rudi

Read More

Juara-juara Kontes Puring Wiladatika Cibubur.


Komunitas Puring Indonesia bekerjasama dengan majalah pertanian Trubus telah menyelenggarakan Kontes Puring yang berlangsung pada tanggal : 08 Maret 2009 di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Dari hampir 40 tanaman berbagai jenis puring, dewan Juri yang terdiri dari Herry Syaifudin (Gonku Nursery), Syah Angkasa (Trubus) dan Zulfikar (Komunitas Puring Indonesia) memutuskan Puring Concord dan Puring Angel Wing, keduanya milik Niki Sae Ciawi masing-masing juara I di kelas Medium (75-100cm) dan kelas Small (50-75cm).

Pemenang selengkapnya sebagai berikut:
Kelas Medium (75-100cm):



Juara I - Puring Concord
Owner : Niki Sae - Ciawi, Bogor

Juara II - Puring Concord
Owner : Niki Sae - Ciawi, Bogor


Puring Concord Kuning
Owner : Denok Flora - Sawangan, Depok


Kelas Small (50-75cm):

Juara I - Puring Angel Wing
Owner : Niki Sae - Ciawi, Bogor
Juara II - Puring Red Indiana
Owner : Niki Sae - Ciawi, Bogor

Juara III - Puring Anting Merah
Owner : Nurdin - Sawangan, Depok
Dewan Juri: Syah Angkasa, Zulfikar, Herry Syaifudin
Read More

Pangkas & Potes Pucuk Syzygium

Tanaman ini menarik lantaran memiliki ujung daun muda berwarna merah. Karenanya ia juga dijuluki si Pucuk Merah. Agar tunas mudanya bisa selalu tumbuh, Syzygium harus rajin dipotes dan dipangkas. Menurut Fathul Maki dari Istana Alam Dewi Tara Nursery, pemotesan bertujuan agar tajuk pohon selalu terlihat mesh, sementara pemangkasan bertujuan untuk menjaga bentuk tajuk tanaman.

Pemotesan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Caranya mudah, pucuk-pucuk daun yang mulai memudar warna merahnya atau telah menua, langsung dipetik pakai tangan. Pemotesan dilakukan tepat pada ruas cabang, supaya tunas baru bisa segera tumbuh dari ruas tersebut.

Agar pertumbuhan tunas muda merata, posisi tanaman juga harus diatur. Setiap 2 minggu sekali, tanaman diputar. Dengan begitu sinar matahari Bisa mengenci tajuk tanaman secara merata. Kualitas sinar matahari paling bagus terjadi pada pagi hari. Tunas muda banyak tumbuh di bagian tajuk yang terkena sinar matahari pagi.

Sedangkan pemangkasan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Bertujuan untuk menjaga kerapian bentuk tajuk. Syzygium yang rajin dipangkas akan memiliki banyak percabangan. Sehingga tajuk menjadi lebih rapat dan jumlah tunas merah yang dihasilkan banyak. Tajuk pun bisa terlihat lebih memerah.

Perawatan rutin lain yang dilakukan yakni pemupukan. Gunakan pupuk N-P-K seimbang. Dosis pemberiannya 1-2 sendok makan untuk setiap pot. Dilakukan setiap 2-3 bulan sekali, beriringan dengan acara pemangkasan. *

Discan dan OCR oleh Sabina dari Idea Garden: 20/11/2008
Read More

Rambatkan Mandevilla

Mandevilla adalah tanaman merambat. la butuh media vertikal untuk tumbuh dengan baik. Paling mudah tentu dengan membeli tiang rambat yang terbuat dari logam. Mandevilla sebaiknya dirambatkan sejak ukurannya masih kecil supaya mudah. Caranya dengan membelitkannya berulang-ulang semakin ke atas. Saat membesar tajuknya akan membelit sendiri ke bang tanpa perlu dibantu.

Kalau mau kreatif dan berhemat, tiang rambat mandevilla bisa dibuat sendiri. Bahannya sederhana, semisal belahan bambu atau batang kayu. Cara pembuatannya juga simpel, cukup menancapkan dua atau empat bilah kecil bambu pada media tanam di sekitar bibir pot mandevila. Selanlutnya ujung atas bilah bambu disatukan lalu diikat dengan tali. Mandevila lantas dibelitkan pada tiang yang telah tertancap.

Perawatan flora berjuluk "melati brazil" ini juga sederhana. Bisa menggunakan campuran media tanam berupa cocopeat dan sekam bakar. Tanaman harus diletakkan di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari cukup untuk merangsang munculnya bunga. Penyiraman dilakukan rutin setiap kali media tanam terlihat kering.

Nutrisi harus disuplai dari pupuk. Bisa menggunakan pupuk N-P-K seimbang, semisal perbandingannya 20:20:20. Berikan setiap satu sampai dua minggu sekali. Pemberian nutrisi akan memacu mandevilla tumbuh optimal dan berbunga. Supaya praktis, pupuk dilarutkan dalam air untuk menyiram. Cukup menggunakan pupuk berkonsentrasi sekitar 0,75 gram/liter. Caranya? Larutkan satu sendok teh pupuk ke dalam 10 liter air, lalu gunakan untuk menyiram media.

Discan dan OCR oleh Sabina dari Idea Garden: 20/11/2008
Read More

6 Langkah Mudah Memangkas Tanaman

Semua tanaman butuh dipangkas, terutama tanaman besar macam pohon peneduh. Tujuan utamanya adalah menjaga supaya bentuk tajuknya tetap bagus, sekaligus memacu pertumbuhan. Pemangkasan barangkali hanya tidak diperlukan untuk jenis tanaman kecil yang berfungsi sebagai ground cover.

1. Masa Pemangkasan
Saat yang tepat untuk memangkas adalah saat tanaman mulai terlihat tidak rapi. Semisal, tajuknya sudak mengacak, menjulur ke arah yang tidak diinginkan. Atau menutupi tanaman lain bahkan sampai mengangli jalan. Tentukan cabang yang harus dipotong. Kalau perlu ditandai.

2. Potong Cabang
Pemangkasan bisa dilakukan dengan banyak alat. Mulai dari pisau, gunting pangkas sampai gergaji. Sesuaikan saja dengan besar, tekstur dan kekerasan cabang yang dipotong. Pastikan alat potorg tajom supaya hasilnya bisa terlihat lebih rapi.

3. Potong Pengalang. Batang, cabang dan ranting baru tumbuh ada baiknya juga dirapikan. Buang tajuk baru yang mengganggu, semisal menutup batang utama yang hendak ditonjolkan. Pemotongan sejak kecil memberi keuntungan karna hasilnya lebih rapi.

4. Selain menjaga tetap rapi, pemangkasan juga bisa dilakukan untuk menumbuhkan percabangan baru. Semisal dilakukan untuk membentuk percabangan Pandan Bali dan jenis Dracaena lain. Caranya sangat sederhana, potong "kepala" alias pucuk tanaman. Ada baiknya dibungkus plastik untuk menghindari busuk Sebulan setelah dipangkas, talon cabang baru bakal muncul. Kalau dirasa cabang terlalu banyak bisa dikurangi dengan dipotong.

5. Ada trik lain membentuk cabang Pandan Bali, yakni merompes daun di kepala batang. Cabut daun sampai habis dan patahkan pucuknya. Cara ini lebih aman dari pembusukan. Namun terkadang pucuk batang utama masih bisa tumbuh. Patahkan lagi jika dirasa tak diperlukan.

6. Entres yang jadi limbah jangan dibuang. Terutama untuk tanaman bagus dan mahal macam Pandan Bali dan Plumerla. Potongan batang bisa ditanam dengan cara setek. Gunakan media tanah merah. Bisa dilakukan dalam pot. Namun lebih baik menyetek dengan media yang dibungkus karung goni. Taruh di tempat yang cukup ternaungi tetapi tidak gelap. *

Teks/Foto: Rudi
Sumber: gon ku, Landscape & Nursery di Sawangan.
Read More

Ornamental plant business braces for gloomy days

undefined
undefined

Two to three years ago, everyone (not only plant lovers and hobbyists) went crazy over Anthurium plants, and many people were willing to spend millions of rupiah just to buy a single plant.

Some of the most desirable species' even had their own unique local names, such as gelombang cinta (waves of love), air mata bunda (mother's tears), kobra (cobra) and pagoda.

But it appears that this trend for Anthurium has come to an end, marked by declining demand and a dropping price.

A hobbyist, Sugianto, admitted that the price of Anthurium species has declined. A high-end variety of Anthurium seeds, called garuda (griffin), used to cost Rp 75,000 (US$6) to Rp 100,000. It is now only Rp 7,000.

The price of a small pot of Anthurium jemanii dropped to between Rp 35,000 and Rp 50,000 from Rp 200,000 previously.

However, he said that such a situation was understandable.

" Sansevieria, Adenium, Bromelia, croton and Aglaonema are still favorites.

"

"It is just a supply and demand issue," Sugianto, 41, said.

"The fall of the price might anger traders but they have no passion for ornamental plants. But for hobbyists like me, it does not really matter."

Slamet Budiarto, operatioal manager of Godongijo (green leaves) Nur-sery, said that nowadays there isn't one specific plant that starts a trend.

"Sansevieria, Adenium, Bromelia, croton and Aglaonema are still favorites. Some hybrids are still expensive just because they are rare," he said.

"A nursery is still a prospective business because it is a hobby," Slamet said.

A nursery owner, Chandra Gunawan Hendarto, said the global economic crisis has had a slight impact on his nursery business.

"These days, people tend to buy staple foods instead of collecting plants. There is a slight decline of plant purchases. I just hope that the condition will get better," Chandra said.

However, another nursery owner, Fathoni, was optimistic about being able to survive.

"The crisis will not restrain plant lovers from buying and collecting ornamental plants. One thing that might change is the quantity," Fathoni said.

"Before the economic crisis, a hobbyist might buy dozens of ornamental plants, while after the crisis, he or she might only buy half that many. But I'm optimistic this business will survive," he said.

Want to get more information about ornamental plants? You can join the following online groups:

- The Indonesian Croton Community

Blog: http:/aksikomunitas.wordpress.com
- Aglonema Indonesia: www.aglonema indonesia.co.nr
- Adeniumania: groups.yahoo.com/group/ADENIUMANIA/
- Sansevieria Indonesia http://tech.groups.yahoo.com/group/sansevieria_id/

List of nurseries:
Godongijo
Jl. Cinangka Raya Km. 10 No. 60, Sawangan, Depok Phone: 021-74710678

Toekang Keboen
Nursery & Shop: Kav. 16, 17 & 18, Pusat Tanaman Hias, BSD CITY, Serpong, Tangerang Phone: 021-70930895 (Flexy Home) - 021-54201926

Bale Kembang Nursery
Perumahan Medang Lestari Blok D 3B No. 84, Tangerang, Banten Phone: 021-70468705

Kampung Pohon
Kavling No. 2 & 4, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi Phone: 021- 71020099

Read More

Finding fun in growing ornamental plants

Idariani Tahir began to have a passion for ornamental plants since she was a little girl, when she helped her mother plant maidenhair fern (Adiantum cuneatum) at home.

When she grew up, Ida started to collect ornamental indoor plants, like sansevieria, philondendron and anthurium.

She said that she was interested in growing plants which could absorb air pollutants, as she was concerned about the environment.

"I have many outdoor and indoor plants, which can help refresh the air, such as dracaena, dieffenbachia and aglaonema," Idariani, a resident of Bogor in West Java, said.

Sansevieria, for instance, is a special plant because it has a beautiful appearance. It is easy to grow and does not take up too much space.

"You don't need any special skills to grow this kind of plant. You can place it inside your house for a long time. It is also much cheaper than other ornamental plants," she said.

The owner of more than 1,000 pots of various plants said that her collection of exotic ornamental plants kept multiplying as she took part in some plant festivals and got into the nursery business in 2007.

Last year, she, along with co-writer Maloedyn Sitanggang, published a book, 165 Sansevieria Eksklusif (165 Exclusive Sansevieria).

Similar to Idariani's experience, Fathoni's love of ornamental plants grew since he used to help his mother in the garden when he was a child.

"I first took gardening as a hobby, but then I decided to switch it into a business by opening the B'Green Garden nursery last year in Bekasi. We offer many kinds of Sansevieria," said the 39-year-old.

"I prefer to grow Sansevieria because it is beautiful and easy to grow. I also knew from the internet that this plant could absorb pollutants and refresh the air," he said.

Sansevieria, locally known as lidah mertua (mother-in-law's tongue), are mostly found in tropical and subtropical regions in Africa and Asia.

Generally, they are desert plants, and can tolerate drought and dry air, thus making them very suitable for the office and public buildings.

The attraction of Sansevieria lies in the subtle design on the leaves, consisting of vague horizontal bands and stripes, and the differing color on the edge of the leaves.

Most nursery owners in Greater Jakarta do not have an agricultural background, as they started as hobbyists.

Chandra Gunawan Hendarto said he had no idea about ornamental plants when he decided to turn his reptile business into a nursery in 1999.

"I first tried to grow some Adenium by myself, but it did not run smoothly because I mistreated them. I knew nothing about the plant," Chandra, the owner of Godongijo (green leaves) Nursery in Depok, West Java, said.

After two years of running the 2.3-hectare nursery, he hired some agricultural experts to handle the treatment and production.

He now offers many kinds of ornamental plants, such as Adenium, cactus, Euphorbia, Sansevieria, Bromelia, Aglaonema and Philondendron. However, he focuses his business on Adenium.

"*I chose Adenium* because it is relatively easy to grow and has high resistance to vermin. It doesn't take much space either," Chandra, who now has more than 58 varieties of Adenium, said.

His nursery also has an Adenium salon, offering hobbyists the ability to change or mix the color of the flowers.

"If you, for instance, have a pot of red Adenium and want to mix it with another color, we can help you out by applying a grafting method: slicing a part of your plant and replacing it with our collection," he said.

Adenium obesum or Adenium, according to Slamet Budiarto, an agricultural expert at Godongijo, is native to the city Aden in Yemen.

It is an evergreen shrub in tropical climates and requires a sunny location.

Adenium is typically propagated by seed or stem cuttings. The numerous hybrids are spread mainly by grafting onto seedling rootstock.

Chandra said many customers looked for Adenium because it was not boring.

"Adenium does not bloom every season. It is in full bloom only during the dry season. Hobbyists tend to enjoy waiting for the plant to start to bloom. This is the excitement of growing plants," he said.

In addition, he did not want to only offer plants to his customers through his nursery, but also wanted to educate them about the importance of live plants in their homes.

"In developed countries, like the United States or England, it is common to see people put pots of plants in their homes or apartments. They realize that real plants improve air quality," he said.

However, he said many people failed to cultivate ornamental plants properly. "They think that watering the plants is enough to make them grow. They are wrong," he said.

"Many people spray liquid fertilizer, not knowing that spraying it on the back of the leaves would be more effective to grow the plant, since every plant has stomata or mouths in the back of their leaves."

"People should treat the plants the same way they treat their bodies. Just like us, plants need sufficient sunlight and the right *vitamins', which in this case, is fertilizer."

Read More

Click to view other Photo...

The presence of bonsai wahong Premna serratifolia at an international exhibition event invited the amazement from the world's master of bonsai. The peculiarity of this bonsai lies in an incredibly natural jin shari—peeled off bark—so that it gives out an old impression. Once, the plant was hardly interest anyone because of the relatively immense leaves. Nevertheless, after Robert Steven fell in love with this plant that usually lives at a coastal area, the appearance of the plant looks different. He routinely prunes it so that the leaves get smaller, 2 mm in size. In that way, wahong is qualified enough as a prospective bonsai. In addition, wahong is more sturdy and shock resistant than santigi. In only 4 years, the prospective bonsai tree will have been able to form a perfect bonsai, imagine of santigi that takes 8 years time. (Nesia Artdiyasa/ Reporter: Argohartono Arie Raharjo and Destika Cahyana)



|< << 1 from 6 photo >> >|

Title:The Enchantment of the Stinky Lady
Caption:Wahong name is flourishing in international arena
Date:Thursday, July 03, 2008


Read More

Vectorworks Landmark Updates the 2009 Plant Database with Monrovia Plants

undefined
undefined

Columbia, Maryland (October 1, 2008)—Nemetschek North America is pleased to announce that it has partnered with Monrovia, the leading grower of premium ornamental plants, to enhance the plant database in Vectorworks® Landmark 2009. This long-awaited addition has more than doubled the number of plants in the Vectorworks plant database as well as improved the geographic coverage of plants in regions such as Florida and California.

“We are excited to offer this new comprehensive plant database to Vectorworks Landmark users,” explains Darick DeHart, Nemetschek North America’s vertical products manager. “Clients are starting to ask for more sustainable and native plant designs, and landscape architects and designers will now have better resources for fulfilling this request.”

Plant information in the database includes: persistence, hardiness zone, typical size, leaf and flower characteristics, typical use, tolerance, and other general information. In addition, the database integrates seamlessly with online industry-standard sources for plant images and additional information. The database information is used to create plant lists, take off sheets, planting plans, and take-home sheets.

As Monrovia is a national plant supplier, Vectorworks Landmark users will have the added comfort of knowing that when they choose a plant, they’ll definitely be able to source it.

“It’s a great opportunity for those premiere landscape designers and architects who want to easily specify Monrovia plants,” said Andrea Gutierrez, director of online marketing for Monrovia.

Vectorworks Landmark 2009 users can download the free database by visiting: www.nemetschek.net/downloads

Monrovia is one of the world’s largest producers of container-grown plants, with more than 2,200 different varieties available. Since it was founded in 1926 by Harry E. Rosedale, the company has introduced hundreds of patented plants, more than 200 of which are Monrovia exclusives. Monrovia plants are shipped to independent garden centers nationwide. Throughout its history, Monrovia has pioneered many new technologies and new plant introductions. It remains a family-owned entity. For more information, please visit www.monrovia.com

Nemetschek North America is a wholly owned subsidiary of The Nemetschek Group. A global leader in design technologies, Nemetschek North America has been developing CAD software for the AEC, entertainment, landscape design, and manufacturing fields since 1985. For more information, visit www.vectorworks.net
Read More

Bonsai in Florida Through The Years - 2009

undefined
undefined

by Henry Robbins

The Bonsai Societies of Florida is proud to announce our 2009 convention "Bonsai in Florida Through the Years" at the Sun Resort in Orlando, Florida. Our guest artists will be Boon Manakitivipart, Suthin Sukosolvisit, Min Hsuan Lo and Pedro Morales. Guests will be treated to World Class demonstrations and workshops with our artists.

The dates of the convention will be March 19–23 at the centrally located Sun Resort in Orlando. The Sun Resort convention facilities are outstanding. We have secured a room rate of $89 a night for convention registrants. Guests are invited to come early and take advantage of this great location. The resort is within three miles of Disney World and as well as other area attractions.

The 2009 convention will encompass one of the largest exhibits of Florida bonsai specimens. Guests can expect to see a extensive display of trees, and for the first time in Florida, an superb exhibit of Florida's finest Shohin specimens.
Read More

Bonsai News and Events

January 17-18, 2009 - Hayward, California, USA

Bay Island Bonsai
Bay Island Bonsai presents the 10th Anniversary of An Exhibit of Fine Bonsai at Centennial Hall, 22292 Foothill Blvd., Hayward, CA. Hours are Saturday and Sunday 10 am to 4 pm. This will be the largest exhibit of bonsai trees in the history of the club with over 75 formal displays of high quality bonsai trees and accent plants. On Saturday, a very high quality bonsai auction will be held. The auction preview will be at 12 noon with the live auction at 1-3 pm. An auction catalog will be available at www.bonsaiboon.com. On Sunday, a silent auction of specially selected trees and bonsai pots is scheduled for 10 am to 1 pm, and a demonstration by Boon on a very old Western Juniper will occur from 1-3 pm. A benefit drawing at 4 pm on Sunday will be held. You need not be present to win. Vendors will be available both days from 10 am to 4 pm. There is a single $5 admission fee for both days and all events and parking is free. Contact Boon for more information at 510-865-1008 or visit http://www.bonsaiboon.com/.


February 28-Mar. 1, 2009- Hexham, Northumberland, UK

British Shohin Association
4th British Shohin Association Exhibition at Willowbog Bonsai at Hexham, Northumberland, UK. Featuring Marco Invernizzi and Peter Warren. An exhibition album is planned. For details visit: http://www.willowbog-bonsai.co.uk/BSA/index.asp


March 6-8, 2009 - Murcia, Spain

EBA-ESA 25th Anniversary Congress at Murcia, Spain on its SE Mediterranean coast. Featuring David Benavente, Gabriel Romero, Antoni Payeras, Jaime Canals, Erasmo Garcia, Santi Galán, Jesús Quintas, Salvatore Liporace, Kevin Wilson, Mark Noelanders, François Jeker, Pilar Guillen, Jesús Revuelta, Luis Vallejo, Takeo Kawabe, and Rafael Monje. Host language is Spanish, but events will be translated into English, French and Italian. For details visit http://www.bonsaillevant.org/xxv_european_congress_bonsaisui.htm.


March 19-23, 2009 - Orlando, FL, USA

Bonsai Societies of Florida
BSF 2009 "Bonsai in Florida through the Years" at the Sun Resort in Orlando, FL. Featured artists will be Boon Manikitivipart, Suthin Sukosolvisit, Min Hsuan Lo and Pedro Morales. Convention room rate is $89 a night for convention registrants. Guests are invited to come early and take advantage of this great location within three miles of Disney World. The diverse exhibit will feature shohin specimens. Visit http://www.bonsai-bsf.com/ for more information and updates.


April 17-18, 2009 - Houston, TX, USA

Houston Bonsai Society
LSBF 2009 Convention hosted by the Houston Bonsai Society at the Marriott West Chase in Houston, TX, USA. Featured artists include Boon Manikitivipart, Roy Nagatoshi, and Milagros Rauber Herrera. For more information, go to: http://www.houstonbonsai.com/


April 17-19, 2009 - Kerhonkson, NY, USA

MidAtlantic Bonsai Societies
Annual Spring Festival at the Hudson Valley Resort & Spa, 400Granite Rd. Kerhonkson, N.Y. (outside of New Palz) Featured Artists: Isao Omachi (Japan), Farrand Bloch (Netherlands), David Easterbrook (Canada) and Susan Amoy (U.S.A.). Special for first time attendees: pre-registration for weekend 1/2 price. (Registration fee only, no workshops.) Workshops, large vendor area, exhibit, banquet and auction are offered. Details at http://www.midatlanticbonsai.freeservers.com/.


May 22-25, 2009 - Brisbane, Australia

AABC Ltd and Bonsai Society of Queensland Inc
AABC Ltd and Bonsai Society of Queensland Inc are holding the Annual Convention in Brisbane Australia on May 22-25 . Our guest overseas artisit is Bill Valavanis, Australian and International artist Lindsay Bebb. Tony Bebb and another 8 Australian artists will make this event one not to be missed.Full registration will give you total admission to the event for the whole weekend and workshops are available with Bill Valavanis, Lindsay Bebb and Tony Bebb for an additional fee. More details are available at: http://www.bonsaisocietyqld.asn.au/


June 11-14, 2009 - Boise, ID, USA

American Bonsai Society
ABS Learning Seminars 2009 at Doubletree Hotel—Boise Riverside, 2900 Chinden Blvd., Boise, ID, USA. Hosted by the Boise Bonsai Society and featuring Peter Adams, David DeGroot, Larry Jackel, Rob Kempinski, Jerry Meislik, John Muth, Pauline Muth, Kathy Shaner, and Arthur Skolnik. For details contact Pauline Muth at 7 Western Ave., West Charlton, NY 12010 or phone: (518) 882-1039 or e-mail: ABS@pfmbonsai.com or visit http://www.absbonsai.org/seminars/ABS2009/main2009-5.html.


June 19-21, 2009 - New Orleans, LA, USA

Bonsai Clubs International presents Survivors of the Storm in the New Orleans Botanical Garden at City Park in New Orleans, LA, USA featuring Lindsay & Glenis Bebb of Australia, Willi Benz of Germany, Tedy Boy of Indonesia, Peter Chan of Great Britain, Nacho Marin of Venezuela, I.C. Su of Taiwan and Americans Richard Cranford, Guy Guidry, Dora Ross, Ed Trout and William N. Valavanis. Bonsai, Suiseki, Ikebana and special programs for kids. Invitational exhibition of Gulf Coast Bonsai. Registration and information at BCI2009@cox.net or telephone 504-832-8071.


July 7-13, 2009 - San Juan, Puerto Rico, USA

World Bonsai Friendship FederationWorld Bonsai Convention VI at the Condado Plaza Hotel in San Juan, Puerto Rico. For details visit: http://www.worldbonsaiconvention2009.com/
Read More

Tropical Plants

undefined
undefined

Understand all the trivia and get all the information on tropical plants with hundreds of digital photos plus HOW TO information for tropical plants, right here at http://www.plantsinfo.com.au/.

Tropical plants have been known all over the world thanks to their prolific beauty and unusual sense of scenery. In Australia too there are many nurseries and the plants outlets that go in for such auctions and selling of tropical plants. There are various bifurcations in the category of plants, seeds and even bushes all over the world. These are categorically stated as land plants, green plants comprising of green algae. A biological name of Primoplantae comprises green plants, tropical plants, red algae and glaucophyte algae.

Then there are other different types and categories of tropical plants that carry out photosynthesis are called plants as well, but they do not constitute a formal taxon. The places from where one can get the information about the various species and characteristics of these tropical plants and their different types of classes through the nurseries as listed with us. Enjoy the beauty that the tropical plants are so famous and renowned about.

Understand the care and the attention needed for the purpose of tropical plants. Every plant has its own plethora of ways of information and ways to look after. Tropical plants are no different. Understand the entire way of care and attention that these tropical plants need and do accordingly. Get all the information about the same right here on the website. With us, you will never have any sort of shortage of information thanks to our comprehensive factual database. You will never have to look anywhere else.

Explore everything about tropical garden plants, tropical rainforest plants, indoor tropical plants, growing tropical plants, tropical plants care, tropical forest plants, and tropical aquarium plants that are beautiful and serve the purpose of aromatherapy and such other various useful features all across the continent of Australia, right here with us at http://www.plantsinfo.com.au/tropical-plants.html.
Read More